Posted on Leave a comment

Wanita Merupakan Penghuni Surga Yang Paling Sedikit

 

Wanita Merupakan Penghuni Surga Yang Paling Sedikit

Diriwayatkan dari Mutharrif bin Abdullah ibnusy-Syukhair, bahwa dia mempunyai dua orang istri. Maka, dia keluar dari salah satu istrinya. Ketika kembali, istrinya bertanya, “Apakah kamu baru pulang dari si fulanah?” Dia menjawab, “Aku baru saja datang dari Imran bin Hushain. Kemudian dia meriwayatkan sebuah hadits kepada kami, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya penghuni surga yang paling sedikit adalah kaum wanita.” (HR Muslim)

 

Wanita Kita Berada di Surga

Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidakkah ingin aku ceritakan kepada kalian tentang wanita kalian di dalam surga?”

Kami menjawab, “Baiklah, wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Yaitu setiap wanita yang banyak kasih sayangnya dan banyak anaknya. Ketika dia menjadikan murka atau melakukan kesalahan, atau suaminya marah kepadanya, maka dia berkata, “Ini adalah tanganku di atas tanganmu. Aku tidak akan mengenakan celak dengan batu celak sampai engkau ridha.’”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Thabrani. Para perawinya adalah orang-orang yang dijadikan sebagai dasar argumen di dalam kitab Shahih Bukhari, kecuali Ibrahim bin Ziyad al-Qarsyi, karena dia tidak terlibat dalam catatan kritikus mengenai cacat dan dalilnya para perawi.

Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah untuk memberikan izin kepada seseorang di dalam rumah suaminya, sementara dia tidak menyukainya. Dia pun tidak boleh keluar, sementara suaminya merasa tidak suka. Wanita itu tidak boleh taat kepada siapa pun di dalam rumah suaminya. Tidak boleh menanggalkan alas tidurnya, dan tidak boleh memukulnya. Maka, jika sang suami melakukan kezaliman, hendaklah dia datang kepadanya sampai dia merasa ridha. Jika suami itu menerimanya, maka dia pun diterima dan mendapatkan kenikmatan. Allah pun menerima balasanya, membenarkan alasannya, dan dia pun tidak berdoa. Jika sang suami tidak meridhainya, maka alasannya akan benar-benar mencapai titik akhir di sisi Allah.” (HR al-Hakim)

 

Tidak Ada di Surga yang Lebih Sedikit Dibandingkan Kaum Wanita

Abu Umamah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Aku bermimpi melihat diriku bahwa sesungguhnya aku masuk ke dalam surga. Ternyata, bagian tertinggi dari penduduk surga adalah kaum fakir dari sahabat Muhajirin dan keturunan kaum mukminin. Ternyata, di sana tidak ada lebih sedikit dibandingkan orang-orang kaya dan kaum wanita. Maka, dikatakan kepadaku, ‘Adapun orang-orang kaya, maka sesungguhnya mereka masih berada di gerbang surga. Mereka tengah dihitung, mendapatkan ujian dan berbagai macam pertanyaan. Sementara untuk kaum wanita, mereka dilupakan oleh dua benda merah, yaitu sutera dan emas.” (HR Ibnu Hibban dari jalur Ubaidillah bin Zahir, dari Alli bin Zaid, dari Al-Qasim, dari Abu Umamah)

 

Ada Tiga Orang yang Tidak Akan Masuk Surga

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa dia berkata, “Seorang banci yang sudah mengecat tangan dan kakinya dengan daun inai dihadapkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Ada apa dengan orang ini?’ Mereka menjawab, ‘Dia sudah menyamakan dirinya dengan kaum wanita.’ Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membuangnya ke daerah Naqik. Ditanyakan, ‘Wahai Rasulullah, kenapa kita tidak membunuhnya saja?’ Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya aku dilarang membunuh orang yang melakukan shalat.’”

Hadits di atas diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, dari Abu Yasar al-Qurasyi, dari Abu Hasyim, dan dari Abu Hurairah. Sementara itu, di dalam naskah hadist ini terdapat kemungkaran. Abu Yasar yang disebutkan disini tidak pernah dikenal namanya. Ketika ditanyakan kepada Abu Hatim ar-Razi, maka dia berkata, “Dia orang yang tidak dketahui.” Namun kenyataannya tidaklah demikian, karena Imam Auza’i dan Laits juga meriwayatkan hadits darinya. Lantas bagaimana mungkin dia dianggap sebagai orang yang tidak dikenal? Wallahu’alam.

Abdullah bin Umar mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga kelompok manusia yang tidak akan masuk surga. Yaitu, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, lelaki yang mengetahui kebejatan moral seksual istrinya namun meridhai dan tetap menjaganya serta tidak mau menceraikannya, dan lelaki yang menyerupai dirinya dengan kaum wanita,” (HR Nasa’i dan al-Bazzar)

 

Diucapkan kepada Wanita Itu, “Masuklah Kamu ke Surga.”

Abu Hurairah r.a, mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika seorang wanita selalu melakukan shalat lima waktu, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, maka dia boleh masuk ke surga dari pintu mana pun yang ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban, Ahmad dan ath-Thabrani)

Abdurrahman bin Auf mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika seorang wanita sudah melakukan shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya, ‘Masuklah kamu ke dalam surga dari pintu mana pun yang kamu kehendaki.’” (HR Ahmad dan Thabrani)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *